PERCEPATAN GRAVITASI
A. TUJUAN PERCOBAAN
A. TUJUAN PERCOBAAN
Setelah melakukan percobaan ini,
Mahasiswa diharapkan dapat menentukan Pecepatan Gravitasi menggunakan bandul
sederhana.
B. TEORI DASAR
B. TEORI DASAR
Bandul Matematis atau Bandul
sederhana
Bandul matematik adalah sebuah
bandul dengan panjang l dan massa m dan membuat GHS dengan sudut
kecil. Gaya yang menyebabkan bandul ke posisi kesetimbangan dinamakan gaya
pemulih yaitu mg sin q dan panjang busur adalah s = lq.
Satuan percepatan rata-rata gravitasi
bumi yang disimbolkan sebagai g menunjukkan rata-rata percepatan yang
dihasilkan medan gravitasi pada permukaan Bumi (permukaan laut). Nilai
sebenarnya percepatan gravitasi berbeda dari satu tempat ke tempat lain
tergantung ketinggian dan kondisi geologi. Simbol g digunakan sebagai
satuan percepatan. Dalam fisika, nilai percepatan gravitasi standar gn
didefinisikan sebagai 9,806.65 m/s2 (meter per detik2), atau 32,174.05 kaki per
detik2. Pada ketinggian p maka menurut International Gravity Formula.
g = 978,0495 (1+0.0052892 sin2 (p) – 0.0000073 sin2 (2p)) sentimeter per detik2. (cm/s2). Simbol g pertama kali digunakan dalam bidang aeronautika dan teknologi ruang angkasa, yang digunakan untuk membatasi percepatan yang dirasakan oleh kru pesawat ulang-alik, disebut juga sebagai g forces. Istilah ini menjadi populer di kalangan kru proyek luar angkasa. Sekarang ini berbagai pengukuran percepatan gravitasi diukur dalam satuan g. Istilah satuan gee dan grav juga menunjuk kepada satuan ini.
g = 978,0495 (1+0.0052892 sin2 (p) – 0.0000073 sin2 (2p)) sentimeter per detik2. (cm/s2). Simbol g pertama kali digunakan dalam bidang aeronautika dan teknologi ruang angkasa, yang digunakan untuk membatasi percepatan yang dirasakan oleh kru pesawat ulang-alik, disebut juga sebagai g forces. Istilah ini menjadi populer di kalangan kru proyek luar angkasa. Sekarang ini berbagai pengukuran percepatan gravitasi diukur dalam satuan g. Istilah satuan gee dan grav juga menunjuk kepada satuan ini.
Gerak Harmonis Sederhana
Gerak harmonis sederhana yang dapat
dijumpai dalam kehidupan sehari-hari adalah getaran benda pada pegas dan
getaran benda pada ayunan sederhana. Kita akan mempelajarinya satu persatu.
Gerak Harmonis Sederhana pada Ayunan
Ketika beban digantungkan pada
ayunan dan tidak diberikan gaya maka benda akan diam di titik kesetimbangan B.
Jika beban ditarik ke titik A dan dilepaskan, maka beban akan bergerak ke B, C,
lalu kembali lagi ke A. Gerakan beban akan terjadi berulang secara periodik,
dengan kata lain beban pada ayunan di atas melakukan gerak harmonik sederhana.
Besaran fisika pada Gerak Harmonik
Sederhana pada ayunan sederhana
Periode (T)
Benda yang bergerak harmonis
sederhana pada ayunan sederhana memiliki periode alias waktu yang dibutuhkan benda
untuk melakukan satu getaran secara lengkap. Benda melakukan getaran secara
lengkap apabila benda mulai bergerak dari titik di mana benda tersebut
dilepaskan dan kembali lagi ke titik tersebut.
Pada contoh di atas, benda mulai
bergerak dari titik A lalu ke titik B, titik C dan kembali lagi ke B dan A.
Urutannya adalah A-B-C-B-A. Seandainya benda dilepaskan dari titik C maka
urutan gerakannya adalah C-B-A-B-C.
Jadi periode ayunan (T) adalah waktu
yang diperlukan benda untuk melakukan satu getaran (disebut satu getaran jika
benda bergerak dari titik di mana benda tersebut mulai bergerak dan kembali
lagi ke titik tersebut ). Satuan periode adalah sekon atau detik.
Frekuensi (f)
Selain periode, terdapat juga
frekuensi atau banyaknya getaran yang dilakukan oleh benda selama satu detik.
Yang dimaksudkan dengan getaran di sini adalah getaran lengkap. Satuan
frekuensi adalah 1/sekon atau s-1. 1/sekon atau s-1 disebut
juga hertz.
Hubungan antara Periode dan
Frekuensi
Frekuensi adalah banyaknya getaran
yang terjadi selama satu detik/sekon. Dengan demikian selang waktu yang
dibutuhkan untuk melakukan satu getaran adalah :
Selang waktu yang dibutuhkan untuk
melakukan satu getaran adalah periode. Dengan demikian, secara matematis
hubungan antara periode dan frekuensi adalah sebagai berikut :
Amplitudo (f)
Pada ayunan sederhana, selain
periode dan frekuensi, terdapat juga amplitudo. Amplitudo adalah perpindahan
maksimum dari titik kesetimbangan. Pada contoh ayunan sederhana sesuai dengan
gambar di atas, amplitudo getaran adalah jarak AB atau BC.
Penurunan secara teoritis didapatkan
bahwa Perioda T sebuah bandul sederhana dengan simpangan yang kecil
(kebih kecil dari 7º)diberikan oleh persamaan :
T = 2
Dimana l adalah pamjang
bandul, dan g adalah percepatan gravitasi,
=l
Persamaan ini mempumyai lemiringan
garis sebesar
. oleh karena itu grafik terhadap l dapat dugunakan untuk mengukur nilai g.
. oleh karena itu grafik terhadap l dapat dugunakan untuk mengukur nilai g.
Panjang bandul l adalah jarak
dari gantungan titik tangkap tetap ke pusat massa beban bola bandul.
Setelah semua alat percobaan
disiapkan, lakukan langkah berikut untuk merangkai percobaan :
1)
Rangkai alat percobaan seperti terlihat pada gambar, dan tempatkan didekat sisi
pinggir meja percobaan.
Jika memungkinkan, jepit dasar
statif sedemikian rupa sehingga titik penggantung bandul tidak berubah;
2)
Pasang boshead universal pada ujung atas batang statif dan pasang bearing pin
ke bosshead;
3)
Gantung bola bandul pada seutas tali yang panjagnya kira – kira 1 m dan buat 7
tanda titik simpul pada tali dengan jarak antara 2 tanda simpul sejauh 10 cm. jarak
titik simpul pertama diukur dari pusat massa beban;
4)
Ikatkan tali pada bearing pin sedemikian rupa sehingga tanda simpul ke tujuh
tepat dipusat lubang earing pin. Panjang tali adalah 70 cm;
5)
Siapkan jam henti (Stop Watch).
C. PERALATAN DAN PENGUKURAN
Alat Percobaan
|
No. katalog
|
Nama Alat
|
Jml.
|
|
FME 51.01/01
|
Dasar Statif
|
1
|
|
FME 51.02/02
|
Kaki Statif
|
1
|
|
KST 30/250
|
Batang Statif 250 mm
|
2
|
|
KST 30/500
|
Batang Statif 500 mm
|
1
|
|
GSN 162
|
Bosshead Universal
|
1
|
|
PMG 160
|
Bola Bandul
|
1
|
|
FME 51.08
|
Tali Nilon/Benang
|
1
|
|
PMK 201
|
Pasak Penumpu
|
1
|
|
KKW 71
|
Jam Henti/Stop Watch
|
1
|
|
GMM 211
|
Mistar Pita 3 m
|
1
|
Langkah Percobaan
a)
Beri simpangan pada bandul sebesar 3 cm dari titik kesetimbangan (titik O).
Ambil salag satu titik sebagai acuan
Anda dapat memilih titik O, atau titik A, atau titik B sebagai titik acuan.
Tetapka banyaknya Osilasi pada
bandul yang akan diukur waktunya. Senakin banyak osilasi yang diukur semakin
akurat nilai perioda yang didapatkan. Mengukur sampai 20 osilasi pada bandul
yang cukup baik.
b)
Setelah semua siap, lepaslan bandul dari titik simpangan awal dan mulai
hidupkan jam henti ketika bola banduk mencapai titik acuan. Hitung satu osilasi
ketika bala bandul mencapai titik acuan lagi dalam arah gerak yang sama, gitung
dua ketika bola bandul mencapai titik acuan lagi dalam arah yang sama,
dan lakukan sampai hitungan ke-20. Pada osilasi ke-20, matikan jam henti.
c)
Baca waktu t sebagaimana diperligatkan oleh jam henti dan catat hasil
pembacaan pada tabel.
d) Hitung
besar perioda osilasi T menggunakan (T = t), dan catat hasil
perhitungan ini pada tabel.
e)
Ulangi langkah percobaan a sampai d menggunaka panjang tali yang
berbeda sebagaimana terlihat pada tabel dibawah.
f)
Lengkapi ruang kosong pada tabel dengan data yang didapatkan.
g)
Dari data pada tabel, buat grafik terhadap l pada mertas grafik.
h)
Dari grafik, tentukan kemiringan garis kurva yang didapatkan untuk menghitung
nilai g, percepatan gravitasi ditempatmu.
D. PENGOLAHAN DATA
D. PENGOLAHAN DATA
Hasil Pengamatan
Tabel Hasil Pengamatan :
|
Panjang l (m)
|
0,70
|
0,60
|
0,50
|
0,40
|
0,30
|
0,20
|
0,10
|
|
Waktu untuk 20 ayunan t (s)
|
34,2
|
31,1
|
29,0
|
26,8
|
22,8
|
18,2
|
14,3
|
|
Perioda T (s)
|
1,7
|
1,6
|
1,5
|
1,3
|
1,1
|
0,9
|
0,7
|
|
3,0
|
2,5
|
2,2
|
1,7
|
1,3
|
0,9
|
0,5
|
|
T = x 34,2
= 1,7 x 1,7
= 1,7 s = 2,9 s
Dari grafik di atas, didapatkan :
Percepetan gravitasi yang dilakukan
mrlalui percobaan :
Tg θ =
Tg 22 = 0,40
= = 0,40
g =
= 9,5
persentase kesalahan :
|
x 100 = 96,8 %
Persemtase kesalahannya samhat besar, karena dalam hasil percobaan dihasilkan 96%, sedangkan aturannya , persentase kesalahan itu minimal 10%.
E. KOMENTAR DAN PEMBAHASAN
Komentar :
1)
Berapa besar (dalam %) perbedaan perbedaan nilai g yang didapatkan dalam
percobaan ini dengan nilai percepatan grevitasi di tempat anda ?
2)
Sebutkan beberapa sumber penyebab kesalahan pada data pengukuran yang
didapatkan ?
Pembahasan :
1)
Perbedaan nilai g yang didapatkan :
x 100%
x 100 =3,2%
2)
Beberapa sumber penyebab kesalahan pada data pengukuran :
ÿ Terdapat kekeliruan dalam
menghitung menggunakan jam henti,
ÿ Dalam mengayunkan bandul,
ÿ Dalam menghitung waktu/perioda.
F. KESIMPULAN
Setelah dilakukan percobaan diatas
tadi, maka dapat disimpulkan :
1)
Perbedaan nilai g yang didapatkan dari hasil percobaan dengan ditempat :
x 100 =3,2%
2)
Panjang tali bandul mempengaruhi ayunan bandul, semakin panjang tali yang digunakan,
maka wakti yang dibutuhka untuk satu kali ayunan juga semakin lama.
3)
Setelah diubah keralam grafik, panjang tali berbanding lurus dengan
waktu/perioda
4)
Semakin tinggi dataran, percepatan gravitasi akan semakin kecil, sebaliknya,
semakin tinggi tempat/dataran maka percepatan gravitasi pun akan semakin
tinggi/besar.
5)
Terdapat beberapa yang menjadi sumber penyebab kesalahan, diantaranya dalam
pengukuran waktu, dalam mengayunkan bandul.
DAFTAR PUSTAKA
Giancoli, Douglas C., 2001, Fisika
Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Halliday dan Resnick, 1991, Fisika
Jilid I, Terjemahan, Jakarta : Penerbit Erlangga
Tipler, P.A.,1998, Fisika untuk
Sains dan Teknik-Jilid I (terjemahan), Jakarta : Penebit Erlangga
Young, Hugh D. & Freedman, Roger
A., 2002, Fisika Universitas (terjemahan), Jakarta : Penerbit Erlangga
Saya masih pemula
BalasHapus